[DRABBLE] You Lose

Title:                      You Lose

Author:                sipusslocket

Cast:                      Key (SHINee)

Length:                 Drabble

Rating:                  G

Genre:                  fluff or comedy (maybe)*sebenernya bingung apa genrenya*

Disclaimer:          I don’t own Key here. He is as himself. But this story is mine. Hope you like^^

Harap bersabar karena ini termasuk ff yang sangat gaje 😀

owh iya di ambil dari kisah nyata juga huwehehehe

#Key POV

“hoaahhmm” aku menguap malas. Mataku masih terasa berat. Aku berjalan gontai menuju kamar mandi dengan handuk  tersampir di bahuku sambil sesekali mengacak-acak rambutku.

Aku masuk kamar mandi dan langsung menuju wastafel untuk mencuci muka dan menggosok gigi. aku menggosok  gigi dengan mata terpejam. Ketika aku membuka mata terlihat di hadapanku pantulan diriku dan seluruh isi kamar mandi di cermin.

Aku mengedarkan pandanganku pada pantulan isi kamar mandi sambil masih menggosok gigi. dan saat itu juga mataku tertumbu pada sesuatu makhluk yang tergolong jenis menjijikan dengan tubuh coklat, bersayap, berantena dan berkaki lebih dari dua, sedang nongkrong (?) dengan tenang di pojok kamar mandi. Makhluk itu tidak lain dan tidak bukan adalah KECOA.

Aku bergidik  jijik. Bagaimana bisa makhluk menjijikan itu masuk ke kamar mandiku yang bersih ini? Aku buru-buru berkumur dengan mataku yang tak pernah lepas dari makhluk itu, takut-takut makhluk itu tiba-tiba terbang dan hinggap di bahuku, kepalaku atau bagian manapun tubuhku. Aku menggigit bibir bawahku sesudah berkumur. Aku memutar mataku, memikirkan caranya agar makhluk itu pergi dari kamar mandiku. Dan ah! Aku ada cara.

Dengan berjalan perlahan aku menuju bak di dekat kloset dan mengambil gayung dari sana. Langkahku terhenti karena sepertinya makhluk itu menangkap gerak-gerikku yang mungkin menurutnya mencurigakan. Aku menahan nafas dan buru –buru mengisi gayung itu dengan air. Namun terlambat, belum aku meluncurkan rencanaku, makhluk itu sudah bergerak maju sedikit lalu terbang ke arahku.

“HUAAAAA” aku berteriak kaget. Sontak aku melempar gayungku dan berlari kebelakang dengan mataku yang lagi-lagi terus mengawasi makhuk itu. Untung saja makhluk itu tidak sanggup terbang terlalu jauh, mungkin berat oleh kotoran di badannya sehingga dia hanya mampu terbang sekitar 100 cm dari tempatnya semula *author ngasal*

Keringat dingin mulai terasa di sekitar pelipisku. Ah! Di samping kamar mandiku ada sapu. Aku buru-buru membuka pintu dan mengambil sapu itu. Aku kembali dengan senyum sinis.

“Hhaha aku sudah siap perang sekarang !!” aku mengacungkan sapuku. tapi tunggu kemana makhluk itu. Mengapa tidak ada di tempatnya semula? Aku memutar kepalaku, mengedarkan pandanganku ke sekeliling kamar mandi. Dan aku menemukannya! Makhluk itu berada di belakangku, tepatnya di bawah kakiku!!

“HYAAAA!!” aku berteriak keras lalu langsung mengayunkan sapu yang ku pegang ke arah makhluk itu dengan kalap. Tapi sialnya makhluk itu bisa menghindar. Aku mengacak-acak rambutku kesal. Aku mengayunkan sapuku lagi ke tempat makhluk itu dan mengejarnya. Namun lagi dan lagi makhluk itu bisa menghindar, sampai akhirnya makhluk itu terbang dan hinggap di sisi kloset duduk yang tidak tertutup. Dasar makhluk sialan!

Aku mengatur nafasku yang tersengal. Akh bagus dia ada di sana! Aku buru-buru mengambil gayungku yang terjatuh di lantai. Lalu langsung mengisinya dengan air, setelah itu aku berjalan perlahan kearah makhluk itu. Dengan sekali gerakan  aku langsung membanjur makhluk itu. Sukses!! Makhluk itu jatuh ke air yang ada di kloset itu. Aku menyeringai .

“You Lose!” aku mengacungkan jempolku ke bawah. Terlihat di sana makhlu itu bersusah payah ingin keluar. Namun sayang itu semua tak akan terjadi, karena saat ini aku langsung menekan tombol penyiram yang ada kloset itu. Dan lihat makhluk itu berputar-putar tersiram air, lalu… HILANG. Hhahaha akhirnya makhluk itu pergi dan tak akan kembali lagi. Aku menepuk-nepuk tanganku tanda masalah beres, lalu langsung menutup kloset itu dengan tutupnya.

“Key di lawan hhaha” aku berjalan keluar kamar mandi dengan bangga. Ini harus kuceritakan pada yang lain.

END

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

About ME~

Annyeong .. Annyeong ^^

aku Putri Wardhany .. panggil aja Putri^^

15 yo .. sekarang udah kelas 2 SMA loh hhehe *gananya* XD

lagi seneng nulis FF ..

jadi aja aku bikin blog ini XD ..

trus ini postingan ke dua aku di sini …

postingan pertamanya udah aku isi ama My 1st FF yang aku post di sini ..

hhehehe maklum blog baru …

suka pengen langsung ngepost..

eehhmm pengen jadiin blog ini buat FF aja ama banyak yang ngunjungin ..

tapi aku masih blom berani ajak siapa2 ..

jadi kayaknya yang ngpost ama author di sini cuma aku aja deh buat sekarang hhehehe..

Salam Kenal yah buat yang baca postingan ini^^ *bow*

Annyeong!!

(Oneshoot) One

Kim KibumTitle : One

Author : sipusslocket

Cast : Kim Kibum (SHINee), Lee Hyunraa *aslinya sih song, tapi d gnti smentara buat kperluan crita hhehe^^v*

Other Cast : other SHINee Member

Length : Oneshoot

Genre : Romance

Note : FF ini terinspirasi dari MV Double B 21 yang judulnya One .. ^^

==================================

“mianhae Kibum-ah” dia melepas cincin di jari manisnya dan memberikannya kembali padaku.

==========

#One Year Later#

tidak tahu mengapa dia tiba-tiba ingin memutuskan hubungan .. padahal dia tahu aku masih sangat mencintainya .. aku tidak tahu apakah dia sudah tidak menyukaiku lagi atau dia sudah mendapatkan pria yang lebih baik dariku .. aku tidak tahu karena saat ia memberikan kembali cincin yang aku berikan.. aku tidak menerimanya dan langsung berlari meninggalkannya .. berlari meninggalkannya yang masih menyodorkan cincin di tangannya ..

dan sekarang sudah tepat satu tahun sejak kejadian itu .. dan sampai sekarang pun aku tidak bertemu lagi dengannya, bukan karena sesuatu kami tidak bertemu lagi .. tapi aku sendiri yang menjauh darinya, aku tahu dia selalu mencariku bahkan sampai sms ataupun teleponnya, aku sama sekali tidak ingin menerimanya .. dan selang beberapa hari dari saat itu aku langsung memutuskan untuk pindak kuliah ke Jepang .. tanpa memberitahunya ..

sekarang aku kembali ke sini .. ke tempat kelahiranku dan juga tempat yang sering kita kunjungi dulu .. entah mengapa tempat ini yang pertama kali ingin aku datangi .. Danau yang menjadi saksi bisu antara hubungan kami dulu ..

aku berjalan perlahan di padang rumput dekat danau ini .. kami sering bermain ke sini dan menikmati matahari terbenam karena tempat ini sangat indah .. dengan hamparan padang rumput dan danau tentunya .. tempat ini jauh dari kebisingan jalan yang memang tempatnya jauh dari jalan dan tak banyak orang yang sering datang ke sini .. maka dari itu tempat ini merupakan tempat paling berarti bagi kami.. karena di sini aku mengutarakan perasaanku dan di sini pula dia memutuskan hubungan kami ..

angin berhembus pelan .. seakan membawakan kenangan dulu bersamanya .. aku berjalan menunduk .. menutup mata berharap saat aku membuka mata dia berjalan di sampingku .. tapi saat aku membuka mata aku hanya melihat bayanganku ..

aku terduduk di pinggir danau .. di hadapanku terlihat jelas foto dan video saat kita bersama dulu .. keceriaan .. kebersamaan .. kesedihan .. dulu kita selalu lalui bersama .. tiba-tiba aku kembali teringat saat dia melepaskan cincin itu .. menyodorkannya padaku sambil mengucapkan maaf.

aku mengeratkan tanganku .. sampai jari jari tanganku memutih ..  lagi lagi aku tidak bisa menghapus semua kenangan ini .. ya kenangan bersamanya .. saat aku ingin menghapusnya dari memori otakku selalu yang terbayang semua senyumnya yang membuatku selalu mengurungkan niatku ..

“AAAAAAARRRRRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHHHH” emosiku memuncak .. tiba-tiba aku menjadi kalap .. dan tanpa sadar aku melempar ponsel yang aku pegang .. ponsel yang menyimpan banyak kenanganku dengannya dulu ..

Aku berlari .. berlari ke tengah padang rumput .. tubuhku ambruk saat itu juga .. lemas .. sakit .. itu yang aku rasakan .. betapa tidak hubungan yang sudah hampir tiga tahun berjalan .. tiba-tiba dia meminta putus begitu saja tanpa alasan yang jelas .. dan betapa bodohnya aku sampai sekarang masih tidak bisa melupakannya .. aku masih menyimpannya di memoriku .. dan juga hatiku .. yang aku sendiri tak tahu dimana aku menyimpan rasa cintaku padanya di hatiku .. yang sepertinya sudah permanen tersimpan di sana ..

“AAAARRRGGGGGHHHHH” lagi-lagi aku berteriak kuat .. meluapkan emosiku .. tanganku penuh dengan tanah .. meremas kuat tanah yang ku pegang ..

Tuhan mengapa aku seperti ini ..

Mengapa tak kau izinkan aku melupakannya ..

Aku hanya ingin melupakannya ..

Menghapusnya ..

Apa tak kau lihat aku sekarang ..

Aku seperti orang gila ..

Karena aku tak bisa melupakannya ..

Aku berlari lagi .. berlari .. berlari dan terus berlari .. tetapi sejauh apapun aku berlari .. akhirnya aku kembali lagi ke sini .. ke tempatku bersamanya .. Danau ini lagi ..

Aku mengatur nafasku yang tersengal-sengal .. keringat mengalir setiap inci pelipisku .. dan sampai akhirnya aku merasa sesuatu mengalir di pipiku .. ya aku menangis .. menangisi betapa bodohnya aku yang tak bisa melupakannya .. menangisi mengapa aku begitu mencintainya ..

SARANGHAE .. SARANGHAEYO LEE HYUNRAA !!!!

============

Hari ini pikiranku sudah agak tenang .. dan aku sudah kembali kerumahku dulu .. tempat aku tinggal bersama orang tuaku .. tidak ada yang berubah dari rumahku, termasuk kamarku .. semuanya masih sama tak ada barang satupun yang pindah dari tempatnya dan juga foto di atas meja belajarku itu .. masih dalam keadaan tertelungkup sama saat sebelum aku pergi ke Jepang.. aku sengaja menutup senyum ceria yang ada dalam foto itu .. karena aku tahu sangat pedih bila melihat senyum itu lagi ..

Aku tersenyum getir, tapi tiba-tiba ponselku berbunyi

“yeoboseyo” aku mengangkat panggilan masuk itu

“akh kibum-ah kau sudah kembali ! aigo~ bogosipho kami semua merindukanmu Kibum-ah!!” teriaknya girang

Aku sedikit menjauhkan ponselku karena suara cemprengnya “aish bisa tidak bicaramu kau pelankan Jinki-ah?? aku masih ingin bisa mendengar tahu !” balasku tak kalah cempreng

“hhaha mianhae .. aku terlalu senang saat tahu kau sudah kembali .. mengapa saat kau di Jepang kau sama sekali tidak menghubungi kami hahh ?!”

“mianhae aku butuh waktu untuk menenangkan diri .. jadi aku sama sekali tidak mau di ganggu termasuk bila aku menghubungi kalian .. bisa-bisa aku sama sekali tidak bisa tenang”aku membela diri

“huhh dasar kau ini .. alasan saja .. bilang saja malas” suaranya terdengar kesal

“aigo~ kenapa jadi kau yang marah sih ? ckckck ya mian Jinki-ah”

“ya sudah gwaenchana .. yang penting kau sudah balik sekarang .. bagaimana ?? apa kau kembali untuk pindah lagi atau hanya liburan ??”

“ya! Mengapa itu yang kau tanyakan ? mengapa bukan kabarku ? sahabat macam apa kau?!” aku mendengar suara dia menepuk sesuatu yang aku yakin dia menepuk dahinya sendiri.

“owh iya iya hhehe mianhae aku lupa bagaimana kabarmu Kibum-ah ?” ucapnya cengar-cengir

“hahh dasar kau, tentu saja aku baik sekarang walaupun hatiku masih sakit seperti dulu .. kau dan yang lain sendiri bagaimana?”

Hening sejenak

“ya Jinki!! Kau masih di sana kan??” teriakku karena tiba-tiba dia diam

“owh ekhh iya aku masih di sini.. kami baik-baik saja di sini hhehe .. ehhm Kibum-ah tapi kau tidak apa-apa kan ? kau tidak melakukan hal yang aneh-aneh kan?” nadanya sekarang berubah menjadi khawatir

“tentu saja babo!! Memang kau kira aku akan bunuh diri ? tentu saja tidak, aku masih ingin hidup! Lagipula bila aku sampai melakukan aneh-aneh aku tak mungkin bisa mengangkat teleponmu!”

Terdengar helaan nafas lega di sana”syukurlah kalau begitu .. owh iya kau belum menjawab pertanyaanku tadi yang kau akan pindah atau hanya berlibur?”

“ehhmm .. sepertinya aku akan pindah lagi kemari .. di sana aku tidak mendapatkan teman-teman gila seperti kalian”

“hhahaha tentu saja .. karena kau sendiri gila jadi mana ada orang yang mau berteman denganmu hhahaha”

“issh kau ini!! Owh iya apa kau dan yang lain ada waktu ? aku ingin bertemu hhehe”

“owh kami ada di tempat biasa .. dan kebetulan kami sedang kumpul lengkap di sini .. kau kemari saja yang lain sudah ingin bertemu juga”

Pantas saja dari tadi aku mendengar suara ribut-ribut ternyata mereka sedang berkumpul sekarang “oke aku kesana sekarang .. tunggu aku” aku tersenyum senang lalu mematikan ponselku dan buru-buru mengambil kunci mobil dan langsung berangkat menuju kafe favorit kami.

==============

Aku sampai di kafe dan langsung menuju meja panjang yang terletak agak belakang dan menghadap ke arah taman kafe. Tempat duduk favorit kami. Aku melihat mereka di sana .. sedang bersenda gurau seperti biasa .

“ya!! Kibum!!” Jonghyun melambaikan tangannya padaku yang saat itu hanya dia dan Jinki yang sedang duduk menghadap ke arahku, sedangkan yang lain duduk membelakangiku .. sontak yang lain ikut melihat ke arahku. Aku balas melambaikan tanganku dan buru-buru menghampiri mereka.

“Omo~ hyung kau sudah besar ya sekarang!!” seru Taemin yang langsung menghampiri dengan senyum lebarnya.

PLAK

Minho menjitak kepala Taemin “babo! Tentu saja dia sudah besar dia kan sudah satu tahun di Jepang, masa mau kecil terus” seru Minho yang tak kalah membuatku menahan tawa sambil mengerutkan keningku bingung.

PLAK

Giliran Jonghyun yang menjitak kepala Minho “ckckckck kalian ini babonya tiada tara ya!!*bahasa apa tuh* tentu saja dia sudah besar kan dia lebih tua dari kalian .. semestinya dia yang bilang padamu Taem kalo kau sudah besar ckckckck” Jonghyun geleng-geleng kepala sambil tangannya mengelus dagunya. Persis kelakuan bapak-bapak *di bantai istri jjong*

“hhahahahaha sudah sudah kalian ini gilanya memang tidak pernah sembuh ya hhahaha bogoshipoyo chingudeul” aku memeluk mereka semua, menumpahkan kerinduanku selama ini. *hug ala teletubies*

“sudah akh ayo duduk, malu di lihat orang banyak itu” Jinki melepaskan pelukannya dan langsung duduk ketika menyadari kami di lihat banyak orang.

“aigo~ jinki-ah kau sudah tahu malu ya sekarang” aku menoel-noel lengannya *author: ampun para istri onyu*

“ya! Memangnya kemarin aku tidak tahu malu??!!”teriaknya

“memang!!!!” kami berempat kompak mengatakannya. Dan wajah Jinki seketika itu juga memerah entah menahan malu atau marah.

“ya Lee Jinki!! Kau ini kami hanya bercanda tahu hhahaha!!” Jonghyun menarik-narik baju Jinki yang saat itu ngambek sambil mengerucutkan bibirnya. *ke bayang kn XD*

Saat kami sedang tertawa-tawa seperti ini .. tiba-tiba dia datang menghampiri kami, lebih tepatnya menghampiriku. Awalnya aku tidak menyadarinya karena saat itu masih belum puas menggoda Jinki .. tapi Minho yang saat itu masih berdiri menyadari kedatangannya memberitahukannya padaku yang saat itu duduk membelakanginya .. sontak aku membalikan badanku dan melihat dia berjalan semakin dekat ke arahku .. kami yang tadinya masih tertawa-tawa langsung berhenti tertawa saat dia sudah ada di depanku sekarang..

“Annyeong^^ bisa aku pinjam Kibum sebentar ?” dia menatapku dan tersenyum padaku tetapi aku memalingkan wajahku menatap teman-temanku berharap mereka tidak mengizinkan. Tapi ternyata mereka malah menganggukan kepalanya. Alisku saling bertautan, kenapa mereka mengizinkannya ? belum sempat pertanyaanku terjawab dia sudah menarik tanganku .. aku yang belum siap akhirnya menurut saat dia membawaku ke taman kafe yang cukup luas itu.

Entah darimana dia mengetahui aku di sini .. mengetahui kepulanganku .. aku tidak tahu dan tidak berniat menanyakannya .. lebih tepatnya aku tidak peduli!

“Annyeong Kibum-ah^^ bagaimana kabarmu ?” dia memulai pembicaraan dengan suara seperti dulu. Cempreng. yang jujur sangat aku rindukan .. tapi aku mencoba menahan rasa rinduku itu..

“menurutmu ??” suaraku terdengar ketus sekali .. aku sendiri tidak tahu mengapa bisa bicara seperti ini.. tapi biarlah memang sudah sepantasnya kan aku seperti ini ..

Aku mendengar helaan nafas .. tapi leherku serasa kaku untuk menatapnya.. maka dari itu aku tetap pasang wajah acuh tak acuh .. aku tidak mau melihatnya terutama matanya .. karena bila aku menatapnya dan melihat bayanganku dimatanya .. aku pasti langsung memeluknya melepaskan semua rasa rinduku padanya .. karena mata itu .. mata itu yang dapat meluluhkan hatiku selama ini ..

“mianhae.. jeongmal mianhae Kibum-ah” lagi-lagi dia meminta maaf .. bila dia menyodorkan cincin yang aku berikan lagi .. aku sudah siap .. aku siap mengambil cincin itu kembali .. yang itu artinya aku sudah benar-benar melepasnya..

Dan benar saja .. dia menyodorkan cincin itu kembali .. Deg! Rasa sakit itu kembali menyergap hatiku .. aku menatapnya tapi buru-buru aku menunduk dan memejamkan mataku .. aku tidak ingin dia melihatku seperti ini .. seorang Kim Kibum yang nyaris menangis .. mataku sudah panas dan mulai mengabur ..

Tapi .. entah yang aku lihat ini nyata atau tidak .. saat aku membuka mataku karena airmataku yang sudah turun tanpa dapat aku tahan lagi .. tiba-tiba dia menarik tangannya kembali dari hadapanku dan mengambil cincin itu .. lalu memakainya kembali di jari manisnya ..

Seketika itu juga aku mengangkat wajahku .. menatapnya .. menatapnya yang tengah menangis deras sekarang .. airmatanya sudah banyak menetes .. dia menatapku dengan pandangan nanarnya dan juga berkaca-kaca..

“mianhae .. jeongmal mianhae Kibum-ah .. aku .. aku .. waktu itu ingin mengembalikan cincin ini .. karena .. karena waktu itu akan pergi .. lebih tepatnya pindah dari sini mengikuti appaku yang saat itu di pindah tugasnya ke LA .. karena tidak ingin membuatmu sedih karena aku pindah .. dan aku takut bila kita long distance kita akan jarang berkomunikasi .. dan yang aku lebih takutkan kau akan mencari perempuan lain .. maka dari itu aku memilih melepasmu agar .. agar kau bisa mendapatkan perempuan yang akan selalu ada di sampingmu di sini .. bukan aku yang akan ….” aku memeluknya erat seakan tidak ingin melepasnya, sudah cukup dia menangis seperti ini .. aku tidak kuat bila dia sampai meneruskan kalimatnya dan akan semakin banyak airmatanya yang akan jatuh ..

“apa itu benar ??” tanyaku di sela tangisnya.

Dia menganggukkan kepalanya.. aku semakin memperat pelukanku ..

“apa kau masih mencintaiku??”

Lagi-lagi dia mengangguk.. aku tersenyum .. bukan senyum getir atau senyum pahit yang selama ini aku tunjukan pada setiap orang .. tapi senyumku dulu saat bersamanya .. senyum bahagia ..

Untuk beberapa saat aku masih memeluknya .. membiarkan dia puas menangis di pelukanku .. membiarkan airmatanya membanjiri kemejaku .. dan membiarkanku juga untuk melepas rinduku padanya selama ini.. ternyata dugaanku selama ini salah .. ternyata dia masih mencintaiku .. begitupun sebaliknya^^

Setelah cukup tenang .. aku melepas pelukanku .. walaupun masih kudengar sisa-sisa tangisnya .. aku menatap matanya dalam, mencari sesuatu .. dan akhirnya aku mendapatkannya .. yaitu tatapan cintanya yang dulu selalu dia berikan padaku .. tatapan yang masih sama ..

“lalu sekarang kau tinggal dimana?? Apa tetap ikut bersama appamu??” aku mencoba mengajaknya bicara agar tangisnya berhenti ..

Dia menggeleng “ani .. aku tinggal bersama oppa di sini .. dia menemaniku yang tidak mau ikut appaku dan ammaku ke LA.. dan dari oppaku lah aku tahu kau sudah kembali dan sedang ada di sini” terangnya sambil masih sesenggukkan dan dia menghapus airmatanya dengan punggung tangannya..

Aku menepuk dahiku .. tentu saja dia bersama oppanya .. semestinya aku menyadarinya .. karena oppanya adalah temanku, lebih tepatnya sahabatku .. dia Lee Jinki ..

Aku tersenyum lagi dan menghapus sisa air mata di pipinya ”Saranghae jagi” ucapku sambil masih memegang pipi mulusnya.

Dia menatapku dan balas tersenyum padaku “Nado” saat itu juga aku langsung memeluknya lagi ..

=============== FIN==============

gimana ?? gimana ??

jelek yahh ?? ><

ini FF pertama aku di sini .. jadi mohon di maklum kalo jelek hhehehe ^o^v

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!